DAYA SAING KOMODITI UNGULAN SEKTOR PERKEBUNAN DI SULAWESI UTARA

Penulis

  • Joy Marysca Oping Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Kata Kunci:

commodity competitivenes; Plantation Sector; North Sulawesi

Abstrak

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditi unggulan sector perkebunan di Sulawesi Utara, khususnya komoditi kelapa, panili, pala dan cengkeh, serta mengetahui bagaimana pengaruh perubahan upah tenaga kerja, perubahan produksi, perubahan nilai tukar rupiah, dan perubahan harga jual komoditi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Domestic Resource Cost (DRC) dan Effective Rate of Protection (ERP). Hasil analisa menunjukkan bahwa komoditi kelapa (kopra), panili, pala dan cengkeh memiliki keunggulan dan daya saing. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis bahwa untuk komoditi kelapa, untuk mendapatkan 1 US $ hanya membutuhkan biaya domestic sebesar Rp. 2.925,96 dengan koefisien DRC 0,321, untuk mendapatkan 1 US $ komoditi panili hanya membutuhkan biaya domestic sebesar Rp. 3.125,11 dengan koefisien DRC 0,343, komoditi pala untuk mendapatkan 1 US $ hanya mengeluarkan biaya sumber domestic sebesar Rp. 1.775,89 dengan koefisien DRC 0,195, sedangkan untuk komoditi cengkeh untuk mendapatkan 1 US $ membutuhkan biaya sumber domestik sebesar Rp. 6.385,56 dengan koefisien DRC 0,701.Perubahan tingkat upah tenaga kerja memberikan pengaruh terhadap daya saing, apabila upah tenaga kerja yang digunakan naik, maka koefisien DRC semakin besar. Dengan kata lain biaya sumber daya domestic yang digunakan semakin besar pula. Demikian juga dengan perubahan nilai tukar rupiah terhadap US $. Perubahan nilai tukar rupiah terhadap US $ memberikan pengaruh terhadap daya saing komoditi. Apabila nilai tukar rupiah terhadap US $ melemah maka koefisien DRC akan semakin besar, dengan kata lain biaya sumber daya domestik yang digunakan semakin besar.Perubahan produksi memberikan pengaruh terhadap daya saing. Untuk komoditi cengkeh apabila produksi turun hingga 50% tidak lagi memiliki daya saing. Demikian pula dengan perubahan harga perbatasan atau harga free on board (f.o.b), apabila harga free on board (f.o.b) komoditi mengalami penurunan hingga 50% maka untuk komoditi cengkeh tidak lagi memiliki daya saing sedangkan untuk komoditi lainnya yaitu kelapa, panili dan pala masih memiliki daya saing.

ABSTRACT The purpose of this study were (i) to analyze the competitiveness of the commodity sector plantation in northern Sulawesi, especially coconuts, vanilla, nutmeg and cloves, and (ii) to know the effect of changes in labor costs, productions, the exchange rate, and the selling price on the competitiveness of commodities. The analysis used in this research are the analysis of Domestic Resource Cost (DRC) and the Effective Rate of Protection (ERP). The analysis shows that the commodity coconut (copra), vanilla, nutmeg and cloves have advantages and competitiveness. This is shown by the results of the analysis that for coconuts, to get $ 1 the US needed domestic resource costs only Rp. 2925.96 with DRC coefficient is 0.321, for vanilla, to get 1 US $ needed resource costs Rp. 3125.11 with DRC coefficient is 0.343, nutmeg, to get 1 US $ needed domestic resource costs Rp. 1775.89 with DRC coefficient is 0.195, while the cloves to get 1 US $ needed domestic resource costs amount Rp. 6385.56 with DRC coefficient of 0.701. Changes in the level of labor, in the Rp exchange rate against the US$, in production and in the price of free on board (FOB) influence the competitiveness of commodities. if labor cost is used up, then the DRC coefficient and the needed domestic resource costs is greater. If the value of the rupiah against the US $ weakening, DRC coefficient of will be even greater, if the production decrease to 50% all the commodity still has competitiveness unless cloves. If the price FOB of commodities has declined to 50%, the cloves commodity is no longer competitive, while other commodities, namely coconut, vanilla, and nutmeg still have competitiveness

Diterbitkan

2021-04-18

Cara Mengutip

Oping, J. M. (2021). DAYA SAING KOMODITI UNGULAN SEKTOR PERKEBUNAN DI SULAWESI UTARA. AGROBISNIS, 1(1), 32–47. Diambil dari https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/20

Terbitan

Bagian

Articles