AGROBISNIS https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis <p><strong>AGROBISNIS: Jurnal Ilmu Pertanian</strong> adalah jurnal Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Sebagai wahana komunikasi insan akademik dan pemerhati dalam bidang Agroteknologi (Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah, Hama dan Penyakit Tanaman) dan Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pertanian, Pangan dan Gizi) serta Teknologi dan Inovasi Hasil Pertanian </p> id-ID ftulungen@gmail.com (Franky Reintje Tulungen) lapian.d@gmail.com (Ronald Lapian) Sun, 18 Apr 2021 12:34:28 +0000 OJS 3.3.0.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KEUNTUNGAN USAHA TANI KACANG TANAH DI DESA KANONANG RAYA MINAHASA, SULAWESI UTARA https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/10 <p>ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui biaya produksi, penerimaan dan keuntungan usaha tani kacang tanah, serta nilai usaha tani kacang tanah di desa Kanonang Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah survey terhadap petani kacang tanah di desa Kanonang Raya dengan jumlah sampel sebanya 25 petani. Data dianalissi dengan analisis keuntungan dan RC ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahawa rata-rata keuntungan petani adalah Rp. 25.541.713 per hektare.. Usaha tani kacang tanah ini layak dikembangkan karena RC ratio yang lebih besar adalah3,34.</p> <p>ABSTRACT. This study aims to determine the production costs, revenues, and profits of peanut farming, as well as the value of peanut farming in Kanonang Raya village. The research method used was a survey of peanut farmers in Kanonang Raya village with a total sample of 25 farmers. The data were analyzed with profit analysis and RC ratio. The results showed that the farmers' average profit was Rp. 25,541,713 per hectare. This peanut farming business is feasible to develop because the RC ratio is greater than 3.34.</p> Reintje, Fenny Kolibu Hak Cipta (c) 2021 https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/10 Sun, 18 Apr 2021 00:00:00 +0000 PENGARUH SUKROSA DAN BAYCLIN TERHADAP KESEGARAN BUNGA POTONG KRISAN (Chrissantemum,sp) VARITAS FIJI WHITE https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/13 <p>ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan sukrosa dan bayclin terhadap kesegaran bunga potong krisan varitas Fiji White. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian UKIT dari bulan Maret sampai dengan April 2015. Metode percobaan yang digunakan ialah percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap ( RAL ), terdiri atas dua faktor yang dikombinasikan . Faktor A yaitu sukrosa yang memiliki tiga taraf sebagai berikut A1 : 0 gr, A2: 2 gr dan A3 : 4 gr. Faktor B yaitu bayclin dengan tiga taraf yaitu B1 : 0 ml , B2 : 0,5 ml , B3 : 1 ml. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan dengan setiap unit terdiri 5 bunga potong krisan yang brazil dari Kakaskasen Dua. Pengamatan dilakukan pada lamanya kesegaran bunga dalam hari, perubahan diameter bunga dan total larutan terserap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan sukrosa dan bayclin dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata terhadap lamanya kesegaran bunga, persentasi kerusakan, perubahan diameter mahkota bunga dan total larutan yang terserap. Kombinasi perlakuan sukrosa 2 gr dan bayclin 0,5 ml ( A2B2 ) memberikan hasil terbaik dengan lama kesegaran bunga 22 hari.</p> <p>ABSTRACT. This study aims to determine the effect of combined treatment of sucrose and bayclin on the freshness of cut flower chrysanthemum varieties Fiji White. This research was conducted at the Laboratory of the Faculty of Agriculture UKIT from March to April 2015. Experimental method was used factorial experiment in a completely randomized design (CRD), consists of two combined factors. A factor of sucrose that has three levels as follows A1: 0 gr, A2: 2 g and A3: 4 gr. Factor B is bayclin with three levels, namely B1: 0 ml, B2: 0.5 ml, B3: 1 ml, each treatment was repeated three times so that there are 27 experimental units with each unit comprising 5 chrysanthemum cut flowers originating from Kakaskasen Two. The results showed that the combined treatment of sucrose and bayclin with differ concentration significantly affect the length of the freshness of the flowers, percentage of damage, changes in flower crown diameter and total solution is absorbed. The combination treatment of 2 g sucrose and bayclin 0.5 ml (A2B2) gives the best results with longer freshness of flowers 22 days.</p> Christine E.W. Lengkong, Rio Paat, Piet Hein Wongkar Hak Cipta (c) 2021 https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/13 Sun, 18 Apr 2021 00:00:00 +0000 REKOMENDASI PEMBERIAN ATONIK DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN JERUK SIAM DI SULAWESI UTARA https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/17 <p>ABSTRACT In North Sulawesi the development of Siam Citrus is having problems, among others, germination is not uniform. In connection with that conducted research aiming to get the best treatment combination between Atonic solution and soaking duration on Siam Citrus germination. This research is conducted in Laboratory of Agriculture Faculty UKI-Tomohon, North Sulawesi using a factorial experiment in a completely randomized design (Completely Randomized Design), which consists of two factors: Factor A: Atonik solution with 5 levels, and Factor B: soaking duration with 2 levels. Data are analyzed by analysis of variance, if significantly different will be continued Least Significant Difference test. The variables are observed in this study are germination rate, the germination percentage, germination high, and germination root length. The results show that the combination of Atonik solution and soaking duration has an effect on the germination of Siam Citrus. The best combination is Atonik 3.5 ml/liter of water and soaking duration for 2 hours.</p> <p>ABSTRAK. Di Sulawesi Utara perkembangan Siam Citrus mengalami kendala antara lain perkecambahan yang tidak seragam. Sehubungan dengan hal tersebut penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik antara larutan Atonic dan lama perendaman pada perkecambahan Jeruk Siam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian UKI-Tomohon, Sulawesi Utara dengan menggunakan percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) Rancangan), yang terdiri dari dua faktor: Faktor A: Larutan Atonik dengan 5 taraf, dan Faktor B: Lama perendaman dengan 2 taraf. Data dianalisis dengan analisis ragam, jika berbeda nyata akan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kecepatan perkecambahan, persentase perkecambahan, tinggi daya kecambah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi larutan Atonik dan lama perendaman berpengaruh terhadap perkecambahan Jeruk Siam. Kombinasi terbaik adalah Atonik 3,5 ml / liter air dan lama perendaman selama 2 jam.</p> Jemly Lengkong, Rama Wondal, Reintje Hak Cipta (c) 2021 https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/17 Sun, 18 Apr 2021 00:00:00 +0000 DAYA SAING KOMODITI UNGULAN SEKTOR PERKEBUNAN DI SULAWESI UTARA https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/20 <p>ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditi unggulan sector perkebunan di Sulawesi Utara, khususnya komoditi kelapa, panili, pala dan cengkeh, serta mengetahui bagaimana pengaruh perubahan upah tenaga kerja, perubahan produksi, perubahan nilai tukar rupiah, dan perubahan harga jual komoditi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Domestic Resource Cost (DRC) dan Effective Rate of Protection (ERP). Hasil analisa menunjukkan bahwa komoditi kelapa (kopra), panili, pala dan cengkeh memiliki keunggulan dan daya saing. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis bahwa untuk komoditi kelapa, untuk mendapatkan 1 US $ hanya membutuhkan biaya domestic sebesar Rp. 2.925,96 dengan koefisien DRC 0,321, untuk mendapatkan 1 US $ komoditi panili hanya membutuhkan biaya domestic sebesar Rp. 3.125,11 dengan koefisien DRC 0,343, komoditi pala untuk mendapatkan 1 US $ hanya mengeluarkan biaya sumber domestic sebesar Rp. 1.775,89 dengan koefisien DRC 0,195, sedangkan untuk komoditi cengkeh untuk mendapatkan 1 US $ membutuhkan biaya sumber domestik sebesar Rp. 6.385,56 dengan koefisien DRC 0,701.Perubahan tingkat upah tenaga kerja memberikan pengaruh terhadap daya saing, apabila upah tenaga kerja yang digunakan naik, maka koefisien DRC semakin besar. Dengan kata lain biaya sumber daya domestic yang digunakan semakin besar pula. Demikian juga dengan perubahan nilai tukar rupiah terhadap US $. Perubahan nilai tukar rupiah terhadap US $ memberikan pengaruh terhadap daya saing komoditi. Apabila nilai tukar rupiah terhadap US $ melemah maka koefisien DRC akan semakin besar, dengan kata lain biaya sumber daya domestik yang digunakan semakin besar.Perubahan produksi memberikan pengaruh terhadap daya saing. Untuk komoditi cengkeh apabila produksi turun hingga 50% tidak lagi memiliki daya saing. Demikian pula dengan perubahan harga perbatasan atau harga free on board (f.o.b), apabila harga free on board (f.o.b) komoditi mengalami penurunan hingga 50% maka untuk komoditi cengkeh tidak lagi memiliki daya saing sedangkan untuk komoditi lainnya yaitu kelapa, panili dan pala masih memiliki daya saing.</p> <p>ABSTRACT The purpose of this study were (i) to analyze the competitiveness of the commodity sector plantation in northern Sulawesi, especially coconuts, vanilla, nutmeg and cloves, and (ii) to know the effect of changes in labor costs, productions, the exchange rate, and the selling price on the competitiveness of commodities. The analysis used in this research are the analysis of Domestic Resource Cost (DRC) and the Effective Rate of Protection (ERP). The analysis shows that the commodity coconut (copra), vanilla, nutmeg and cloves have advantages and competitiveness. This is shown by the results of the analysis that for coconuts, to get $ 1 the US needed domestic resource costs only Rp. 2925.96 with DRC coefficient is 0.321, for vanilla, to get 1 US $ needed resource costs Rp. 3125.11 with DRC coefficient is 0.343, nutmeg, to get 1 US $ needed domestic resource costs Rp. 1775.89 with DRC coefficient is 0.195, while the cloves to get 1 US $ needed domestic resource costs amount Rp. 6385.56 with DRC coefficient of 0.701. Changes in the level of labor, in the Rp exchange rate against the US$, in production and in the price of free on board (FOB) influence the competitiveness of commodities. if labor cost is used up, then the DRC coefficient and the needed domestic resource costs is greater. If the value of the rupiah against the US $ weakening, DRC coefficient of will be even greater, if the production decrease to 50% all the commodity still has competitiveness unless cloves. If the price FOB of commodities has declined to 50%, the cloves commodity is no longer competitive, while other commodities, namely coconut, vanilla, and nutmeg still have competitiveness</p> Joy Marysca Oping Hak Cipta (c) 2021 https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/20 Sun, 18 Apr 2021 00:00:00 +0000 UJI MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays. L) DI DESA RUMOONG BAWAH KABUPATEN MINAHASA SELATAN https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/21 <p>ABSTRACT This study has aims to determine the quality of traditional varieties of corn seeds Bisi II used by corn farmers. This research is conducted in Rumoong-Bawah village, West-Amurang District of South Minahasa regency during the three months from October to December of 2011. The method used is seed quality testing by using the sand growth medium to test viability and a brick gravel growth medium to test vigor with each number is 100 seeds corn. This research carried out observations of germination rate or synchrony of germination, germination percentage, and length plumula of seed corn. The results show that in order to test the viability of corn seed germination rate is 8.29 days, to test the seed germination is 72 corn seed (72%) and to test the corn seed vigor is 23%. This study shows that corn seeds are used the farmers have viability is below than standard (only 72%) and seed germination from gravel brick is very low (23%). It means that corn seeds used by farmers can not grow well in the sub-optimum environment. Keywords: corn seeds; seed viability, germination rate</p> <p>ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas benih jagung Bisi II varietas tradisional yang digunakan petani jagung. Penelitian ini dilakukan di Desa Rumoong-Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan selama tiga bulan dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2011. Metode yang digunakan adalah pengujian kualitas benih dengan menggunakan media tumbuh pasir untuk menguji viabilitas dan uji kerikil batako. media tumbuh uji vigor dengan masing-masing jumlah 100 biji jagung. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan kecepatan perkecambahan atau sinkronisasi perkecambahan, persentase perkecambahan dan panjang plumula benih jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk uji viabilitas atau kecepatan perkecambahan benih jagung adalah 8,29 hari, untuk uji kecambah benih adalah 72 benih jagung (72%) dan untuk uji vigor benih jagung adalah 23%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih jagung yang digunakan petani memiliki viabilitas di bawah standar (hanya 72%) dan daya kecambah benih dari batu bata kerikil sangat rendah (23%). Artinya benih jagung yang digunakan petani tidak dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang kurang optimal.</p> Rilya Patricia Esther Karuntu Hak Cipta (c) 2021 https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/21 Sun, 18 Apr 2021 00:00:00 +0000 REKOMENDASI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR ELANG BIRU TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF SEMANGKA TANPA BIJI (Citrullus vulgaris Schard) https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/22 <p>Abstract The purpose of this study is to determine the effect of Liquid Organic Fertilizer (POC) Blue Eagles on the vegetative growth of seedless watermelon and to obtain an effective concentration for the growth of watermelon. The research is conducted in Lilingaan village, Tompaso-Baru district, South Minahasa regency. The experimental method used is the design of single factor in a completely randomized design (CRD), which consists of five treatment concentration liquid organic fertilizer Eagle Blue, namely: A (without organic fertilizer blue hawk 7 ml/liter of water. This treatment can improve crop up 111.67 cm length and the number of leaves up to 14.8 leaves. POC Elang Biru), B (1 ml/liter of water), C (3 ml/liter of water), D (5 ml/liter of water), E (7 ml/liter of water). Each treatment was repeated 3 (three) times in order to obtain 15 experimental units. The variables were observed in this study are the length of the plant and the number of seedless watermelon plant leaves. The results showed that treatment of the Blue Eagle Award POC significantly affects the length and number of leaves of plants seedless watermelon. The treatment gives the best results without seeds vegetative growth is done by adding the liquid.</p> <p>Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pupuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Rajawali Biru terhadap pertumbuhan vegetatif semangka tanpa biji dan mendapatkan konsentrasi yang efektif untuk pertumbuhan semangka. Penelitian dilakukan di Desa Lilingaan, Kecamatan Tompaso-Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan faktor tunggal Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan konsentrasi pupuk organik cair Elang Biru, yaitu: A (tanpa pupuk organik blue hawk 7 ml / liter air. Perlakuan ini dapat meningkatkan Pangkas panjang 111,67 cm dan jumlah daun 14,8 lembar POC Elang Biru), B (1 ml / liter air), C (3 ml / liter air), D (5 ml / liter air), E (7 ml / liter air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang tanaman dan jumlah daun tanaman semangka tanpa biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC Blue Eagle Award berpengaruh nyata terhadap panjang dan jumlah daun tanaman semangka tanpa biji. Perlakuan memberikan hasil terbaik tanpa biji. Pertumbuhan vegetatif dilakukan dengan menambahkan cairan.</p> Heibert Lintong, S.J., Jemmi Sorongan Hak Cipta (c) 2021 https://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/22 Sun, 18 Apr 2021 00:00:00 +0000