Analisis Keuntungan Usahatani Bawang Merah di Desa Tonsewer Selatan, Minahasa

Authors

  • Charles Sikuta Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Fadly S.J. Rumondor Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Heibert Lintong Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Geyby Kumolontang Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Keywords:

farming profit; shallot

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi strategis bagi petani sehingga penelitian mengenai keuntungan usahatani ini penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntungan usahatani bawang merah di desa Tonsewer Selatan kecamatan Tompaso Barat kabupaten Minahasa. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tonsewer Selatan kecamatan Tompaso Barat. Penelitian ini dilakukan selama bulan Oktober 2019- Februari 2020 dengan menggunakan metode survei. Sampel petani sebagai responden ditentukan secara purposive sampling, yakni petani bawang merah yang mengusahakansendiri tanahnya (petani pemilik penggarap). Data yang terkumpul dianalis dengan usahatani dilanjutkan dengan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi (Total Cost) usahatani bawang merah sebesar Rp. 8.499.250, rata-rata penerimaan (TR) usahatani bawang merah sebesar Rp. 34.274.375 dan rata-rata keuntungan usahatani bawang merah sebesar Rp. 25.775.125 dengan R/C ratio usahatani bawang merah sebesar 4,032.

Shallots are a strategic commodity for farmers, so research on the benefits of farming is important. The purpose of this study was to determine the benefits of shallot farming in the village of South Tonsewer, West Tompaso sub-district, Minahasa district. This research was conducted in the village of South Tonsewer, West Tompaso district. This research was conducted from October 2019- February 2020 using a survey method. The sample of farmers as respondents was determined by purposive sampling, namely shallot farmers who cultivate their own land (farmer-owners of the tenants). The collected data were analyzed by farming analysis and the R/C ratio. The results showed that the average production cost (Total Cost) of shallot farming was Rp. 8,499,250, the average revenue (TR) of shallot farming is Rp. 34,274,375 and the average profit of onion farming is Rp. 25,775,125 with an R/C ratio of shallot farming of 4.03.

Published

2021-05-31

How to Cite

Sikuta, C., Rumondor, F. S., Lintong, H., & Kumolontang, G. (2021). Analisis Keuntungan Usahatani Bawang Merah di Desa Tonsewer Selatan, Minahasa. AGROBISNIS, 3(1), 39–44. Retrieved from http://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/32

Issue

Section

Articles