Intensitas Serangan Penyakit Antraknosa pada Pertanaman Cabai di Kecamatan Amurang Barat, Minahasa Selatan

Authors

  • Yulce A Sondakh Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Franky Reintje Tulungen Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Jemly Lengkong Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Wenny F.O. Pantouw Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Keywords:

Anthracnose; attack intensity; chili

Abstract

Antraknosa merupakan penyakit tanaman cabai yang sangat ditakuti petani karena dapat menyebabkan kehilangan hasil yang sangat besar bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Mengambarkan intensitas serangan penyakit Antraknosa pada pertanaman cabai di kecamatan Amurang merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada pertanaman cabai di kecamatan Amurang Barat yang dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2019. Penentuan desa dan kebun sebagai sampel ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan penyakit Antraknosa di kecamatan Amurang Barat yang tertinggi terjadi di desa Kapitu, yakni sebesar 58% kemudian diikuti oleh desa Teep, yakni sebesar 56% dan yang terendah di desa Teep Trans, yakni sebesar 40.5 %. Rata-rataa persentase serangan penyakit Antraknosa pada tanaman cabai di kecamatan Amurang Barat mencapai 51.5%.

Anthracnose is a chili plant disease that is very feared by farmers because it can cause huge yield losses and even cause crop failure. Describing the intensity of Anthracnose disease attacks in chili cultivation of the Amurang-Barat sub-district is the aim of this study. This research used a qualitative approach with a case study on chili cultivation of Amurang-Barat sub-district which was carried out in July - August 2019. The determination of villages and gardens as samples was determined purposively (purposive sampling). The results showed that the highest percentage of anthracnose attacks in the Amurang-Barat sub-district was in Kapitu village, which was 58% followed by Teep village, namely 56%, and the lowest was in Teep Trans village, which was 40.5%. The average percentage of anthracnose attacks on chili plants in the Amurang-Barat sub-district reached 51.5%.

Published

2021-05-31

How to Cite

Sondakh, Y. A., Tulungen, F. R. ., Lengkong, J., & Pantouw, W. F. (2021). Intensitas Serangan Penyakit Antraknosa pada Pertanaman Cabai di Kecamatan Amurang Barat, Minahasa Selatan. AGROBISNIS, 3(1), 17–22. Retrieved from http://agrobisnis.faperta-ukit.ac.id/index.php/agrobisnis/article/view/25

Issue

Section

Articles